Rabu, 09 Oktober 2013

Berita Upaya PLN Riau Untuk Masyarakat

PLN Riau Alihkan Pasokan Listrik Industri ke Rumah Tangga
PLN Wilayah Riau - Kepulauan Riau mengeluarkan kebijakan untuk mengatasi krisis listrik di rumah tangga. Diantaranya, mengurangi pasokan listrik industri seperti Mall dan pusat perbelanjaan besar untuk dialihkan ke rumah-rumah.

General Manager PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (WRKR) Doddy Benjamin Pangaribuan, Senin(7/10) menyebutkan, upaya itu adalah langkah maksimal yang dilakukan untuk mengatasi pemadaman bergilir di pemukiman.

"Ini adalah upaya memaksimalkan pelayanan ke golongan masyarakat yang lebih membutuhkan," kata Doddy Benjamin Pangaribuan.

Selain solusi jangka pendek itu, PLN juga terus mengupayakan solusi lainnya seperti penyewaan genset dan melakukan hujan buatan di sekitar waduk PLTA Koto Panjang.

PLTA Koto Panjang memiliki peran besar dalam memenuhi kebutuhan listrik di Riau. Namun sejak musim kemarau, debit air di waduk menjadi kering sehingga beberapa dari tiga turbin yang ada menjadi tidak beroperasi.

PLN Bakal Beli Listrik RAPP dan IKPP

Mengatasi defisit listrik di Riau, PLN Wilayah Riau - Kepulauan Riau bakal membeli daya listrik dari PT Riau Andalan Pulp dan Paper (RAPP) dan PT Indah Kiat Pulp dan Paper (IKPP). PLN berharap dari dua perusahaan itu bisa didapat 20 Megawatt.

Deputy Manager Bidang Hukum dan Komunikasi PLN Wilayah Riau-Kepri, Sarno, Senin (7/10) menyebutkan, saat ini manajemen PLN sudah melakukan pembicaraan dengan ke dua perusahaan bubur kertas itu. Pembicaraan dilakukan antara Direksi PLN dengan Direksi ke dua perusahaan di Jakarta.

Menurut Sarno, ke dua perusahaan itu memiliki kelebihan listrik yang tidak terpakai untuk operasional pabrik. Kelebihan itulah yang diharapkan PLN, bisa dibeli.

"Harapannya dari RAPP dan IKPP, kita bisa dapat masing-masing 20 megawatt atau total 40 MW," kata Sarno.

Disebutkan, saat ini PLN Riau masih mengalami defisit sebanyak 71 MW. Pada beban puncak listrik di Provinsi Riau dibutuhkan 452 Megawatt (Mw). Sementara, suplay dari pembangkit yang ada hanyalah 381 Mw. Kondisi itu diperparah karena suplai listrik dari sistem interkoneksi Sumatera berkurang akibat kerusakan PLTU Ombilin di Sumatera Barat.
Sumber ZamrudTv.com