Sabtu, 22 Maret 2014

Titik Api kembali Muncul di Riau

Kualitas udara di hampir semua lokasi di Riau sudah membaik, kecuali di Siak dan Perawang yang memang dalam status sangat tidak sehat.ASAP akibat pembakaran lahan dan hutan di Riau belum sepenuhnya bisa diatasi. Setelah sempat mereda akibat diguyur hujan deras dalam tiga hari terakhir, sejumlah titik api kembali muncul kemarin.

Hasil pemantauan satelit NOAA menunjukkan ada 8 titik api (1 di Bengkalis, 2 di Dumai, 2 di Indragiri Hilir, 1 di Indragiri Hului, 1 di Pelalawan, dan 1 di Rohil). Adapun pemantauan Terra/Aqua (MODIS) me nunjukkan ada 18 titik api, yakni di Bengkalis 8 titik, Dumai (4), Inhu (1), Meranti (1), dan Pelalawan (4).

Kendati demikian, kualitas udara di hampir semua lokasi di Riau sudah membaik. “Kecuali di Siak dan Perawang yang memang dalam status sa ngat tidak sehat,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho, kemarin.

Sutopo menambahkan tim penanggulangan asap terus bekerja memadamkan api. Selain itu, penegak hukum juga terus memburu tersangka pelaku pembakaran.

Kemarin, misalnya, Tim Pemburu Pembakar Hutan dan Lahan di Riau menangkap enam orang yang diduga sebagai pe rambah di dua tempat berbe da. Empat orang ditangkap di Bengkalis, sedangkan dua lainnya ditangkap di Dumai.

Kepala Polres Bengkalis AKB Andry Wibowo mengatakan penangkapan empat tersangka tersebut di pimpin Kapolsek Bukit Batu, Komisaris Sasli, bersama 30 per sonel.

“Tim kita terus menyisir sejumlah tempat terkait dengan perambahan kawasan hutan di sekitar cagar biosfer,” ujar Andry. Para tersangka berinisial R, S, A, K tersebut, kata Andry, menguasai lahan di sekitar kawasan cagar biosfer untuk dijadikan perkebunan sawit.

Tiap-tiap orang menguasai empat hektare hingga belasan hektare lahan. Para perambah tersebut mem bakar kawasan cagar biosfer sebelum dijadikan perkebunan kelapa sawit. Kepala Bidang Humas Polda Riau AKB Guntur Aryo Tejo me ngatakan Polres Dumai menangkap dua tersangka pembalakan liar dan perambah di areal PT Suntara Gajapati, Sei Sembilan, Kota Dumai. (BG/ Che/X-2/MEDIA INDONESIA,20/03/2014,HAL 2)