Senin, 17 November 2014

Baru Separuh Jalan Raya di Indonesia Beraspal

PENGEMBANGAN infrastruktur jalan raya akan terus menjadi pekerjaan rumah pemerintah. Pasalnya, dari total 368 ribu km jalan raya di Indonesia, baru 213.649 km (58%) yang beraspal.

“Sisanya, 154.711 km, masih belum beraspal. Perbaikan kualitas jalan sangat penting untuk keuntungan ekonomi dan sosial karena konektivitas tergantung pada kualitas jalan,” ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat Waskito Pandu di Jakarta, kemarin.

Hal itu juga seiring dengan masuknya jalan nasional menjadi bagian jalur konektivitas tol Asia (Asia Highway) dan ASEAN Highway.

“Lintas Asia 141 ribu km, melintasi 32 negara. Sedangkan ASEAN Highway 38 ribu km, melewati 11 negara,” ujarnya.

Trans-Asia mencakup jalan raya di Sumatra, Jawa, dan Bali sepanjang 3.500 km, termasuk jalur pantai utara (pantura) Jawa.

“NTB dan NTT juga bisa masuk untuk menghubungkan Timor Leste dan Australia,” tuturnya.

Sementara itu, 6.000 km jalur trans ASEAN berada di lintas selatan Kalimantan. Namun, kualitasnya masih di bawah standar dengan lebar hanya 4,5 m. Untuk kedua proyek itu, pemerintah bakal menginvestasikan US$104 miliar atau 19% dari total anggaran US$536,1 miliar selama 2015-2019.

Presiden Road Engineering Association of Asia and Australasia (REAAA) Hermanto Dardak berjanji terus mendorong pengembangan Asia dan ASEAN Highway di Indonesia. “Pada 2020, jalur trans-Asia di Indonesia akan berstatus kelas satu selebar 14 m dengan empat lajur.

Saat ini masih di kelas tiga selebar 6 m.” Sebelumnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) berencana mengaudit ‘proyek abadi’ jalur pantura sepanjang 273 km. “Pemeriksaan diperkirakan selesai dalam waktu tiga bulan,” ujar Ketua BPK Harry Azhar Azis di Jakarta, Kamis (13/11).

BPK menengarai kualitas jalan yang buruk di jalur utama Pulau Jawa itu semakin parah akibat pelanggaran batas muatan. “Prioritas audit pada ruas Karawang-Losari yang setiap tahun rutin diperbaiki,” kata anggota IV BPK Rizal Djalil. (Bow/Mus/E-4) Media Indonesia, 15/11/2014, halaman 17